Lampung Tengah – Jaringan Perempuan Nahdliyin (JPN) Kabupaten Lampung Tengah menggelar rapat kerja (Raker) dan koordinasi perdana mengusung tema “Bersinergi, Berdaya, Bergerak, untuk Perempuan Nahdliyin yang Berkemajuan” dengan slogan “Mari Bersama, Perempuan Berdaya, JPN Lampung Tengah Berjaya”. Kegiatan berlangsung di Saung Enggal, Kotagajah, Sabtu (1/8/2026).
Raker tersebut dihadiri Anggota DPRD Lampung Tengah Binti Lutfiah, Dewan Pertimbangan JPN Meri Andriani, Ketua DPC PKB Lampung Tengah dr. Uswatun Hasanah yang juga menjabat sebagai Dewan Pakar JPN Lampung Tengah, Ketua DPC JPN Lampung Tengah Nyai Siti Hotimatul Saadah, S.Pd., Gr., beserta jajaran pengurus dan anggota.
Ketua DPC JPN Lampung Tengah Nyai Siti Hotimatul Saadah menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menghadiri rapat kerja perdana tersebut. Ia mengatakan, forum tersebut digelar sebagai langkah awal untuk menyusun arah organisasi, membahas berbagai program kerja, sekaligus memperkuat soliditas kepengurusan.
“Saya memohon bimbingan dan arahan dari para dewan pakar, dewan pertimbangan, anggota DPRD, serta seluruh pengurus agar JPN Lampung Tengah dapat berjalan sesuai harapan. Jika dalam pelaksanaan masih terdapat kekurangan, saya memohon maaf sebesar-besarnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Lampung Tengah sekaligus Dewan Pakar JPN, dr. Uswatun Hasanah, menegaskan bahwa JPN merupakan organisasi yang terbuka bagi seluruh kalangan perempuan dan bertujuan memperkuat silaturahmi kebangsaan serta meningkatkan pemberdayaan perempuan.
“Perempuan hari ini tidak lagi hanya berperan di sektor domestik. Banyak yang menjadi tulang punggung keluarga sehingga harus mandiri dan memiliki kemampuan untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Karena itu JPN harus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar organisasi seremonial,” kata dr. Uswatun.
Ia mengajak seluruh pengurus aktif melahirkan ide, inovasi, dan program yang dapat dijalankan secara berkelanjutan.
“Program kerja tidak perlu muluk-muluk, yang penting berjalan. JPN harus menjadi organisasi yang kreatif, mampu memberdayakan perempuan, serta siap mendukung berbagai usaha anggota, termasuk membuka akses permodalan melalui kerja sama dengan APIMSA maupun perbankan,” tambahnya.
Uswatun juga meminta agar kepengurusan Pengurus Anak Cabang (PAC) segera dibentuk di seluruh kecamatan sebagai langkah memperkuat organisasi hingga tingkat bawah.
Dewan Pertimbangan JPN, Meri Andriani, menyatakan pihaknya siap mendukung seluruh program yang disusun pengurus.
Menurutnya, selain pembentukan PAC di 28 kecamatan, JPN juga akan memperoleh dukungan sejumlah program, di antaranya bantuan untuk guru ngaji, santri tahfiz, bantuan sosial, hingga program ziarah Wali Songo bagi anggota yang aktif.
“Kami akan mendukung seluruh program JPN. Ada bantuan guru ngaji, program untuk tahfiz, bantuan sosial, hingga ziarah Wali Songo. Semua ini diharapkan menjadi motivasi bagi pengurus untuk terus aktif membesarkan organisasi,” ujarnya.
Anggota DPRD Lampung Tengah, Binti Lutfiah, turut mengapresiasi terselenggaranya rapat kerja perdana tersebut. Ia menilai JPN memiliki peluang besar menjadi wadah pemberdayaan perempuan sekaligus organisasi yang mampu menghadirkan program-program nyata bagi masyarakat.
“JPN adalah organisasi yang mandiri dan tidak berafiliasi dengan partai politik, sehingga pengurusnya bisa berasal dari berbagai latar belakang, termasuk ASN maupun PPPK. Yang terpenting adalah bagaimana JPN mampu menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Binti.
Ia juga mendorong JPN menyusun program yang terstruktur, seperti pengajian akbar, pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan rumah sakit, edukasi pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren, hingga menggagas pemilihan Duta Santri Lampung Tengah.
“Saya meyakini langkah kecil yang dimulai hari ini akan membawa manfaat besar. Apa yang kita perjuangkan untuk masyarakat akan kembali menjadi kebaikan bagi kita semua,” tandasnya.
Dalam rapat tersebut, pengurus JPN Lampung Tengah juga menyepakati sejumlah keputusan strategis, yakni:
-Membentuk kepengurusan PAC JPN di seluruh 28 kecamatan dengan komposisi minimal lima dan maksimal sebelas pengurus.
-Menargetkan penyelesaian pembentukan kepengurusan PAC hingga Agustus 2026.
-Merencanakan pelantikan serentak pengurus PAC dan PC yang akan disinergikan dengan kegiatan APIMSA.
-Membentuk tim media sebagai sarana publikasi organisasi melalui berbagai platform digital seperti TikTok, Facebook, dan media sosial lainnya.
Melalui rapat kerja perdana tersebut, JPN Lampung Tengah menegaskan komitmennya untuk menjadi organisasi perempuan yang aktif, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan perempuan dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah. (red)
