Lampung Tengah – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar bukan sekadar perayaan bertambahnya usia partai, tetapi juga momentum untuk memperkuat kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat. Semangat inilah yang turut mewarnai keterlibatan Ketua Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Lampung Tengah, drg. Yuniar Musa Ahmad, dalam rangkaian perayaan yang digelar di Kantor DPD Golkar Lampung Tengah, Gunung Sugih, Selasa (27/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, DPD Partai Golkar Lampung Tengah menggelar pasar murah dengan menyediakan 1.000 paket sembako, pelayanan kesehatan gratis, serta donor darah. Berbagai kegiatan itu menjadi wujud kepedulian sosial yang diharapkan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Bagi drg. Yuniar, semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama merupakan nilai penting yang harus terus tumbuh dalam keluarga besar Partai Golkar. Perempuan, menurutnya, juga memiliki ruang untuk mengambil peran dalam memperkuat kegiatan sosial dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Bagi kami, HUT Golkar bukan hanya tentang merayakan perjalanan partai, tetapi juga menjadi momentum untuk berbagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami ingin semangat kepedulian ini terus tumbuh, karena sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, akan berarti ketika dilakukan dengan ketulusan dan kebersamaan,” ujar drg. Yuniar.
Ia menambahkan, kegiatan sosial seperti pasar murah, pelayanan kesehatan gratis, dan donor darah memiliki manfaat yang lebih luas karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong.
“Harapan saya, semangat seperti ini tidak hanya hadir saat perayaan HUT, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Perempuan juga bisa mengambil bagian melalui kepedulian, pemberdayaan, dan berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya,” tambahnya.
Sebagai Ketua IIPG Lampung Tengah, drg. Yuniar juga menaruh perhatian pada pentingnya mendorong perempuan agar terus berkembang dan memiliki kesempatan untuk berkontribusi di tengah masyarakat. Baginya, semangat kebersamaan perlu berjalan beriringan dengan upaya membangun perempuan yang mandiri, produktif, dan berdaya.
Melalui momentum HUT ke-62 ini, semangat kolaborasi antara kader partai, organisasi perempuan, dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Sebab, makna pengabdian tidak hanya diukur dari besarnya kegiatan yang dilakukan, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
