Lampung Tengah – Peta politik Lampung Tengah berpotensi memasuki babak baru. Di tengah berprosesnya administrasi penetapan I Komang Koheri sebagai Bupati definitif, kedekatannya dengan Ketua DPC PKB Lampung Tengah, dr. Uswatun Hasanah, semakin menjadi sorotan. Mungkinkah kedekatan itu menjadi awal penjajakan duet politik?
Sekretariat DPRD Lampung Tengah telah menerima salinan keputusan Menteri Dalam Negeri terkait pemberhentian Bupati Lampung Tengah masa jabatan 2025–2030 dan proses penetapan kepala daerah definitif. Dokumen tersebut diterima pada Oktober 2026 dan diteruskan kepada pimpinan DPRD untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Dengan demikian, proses administrasi kepemimpinan daerah memasuki tahapan penting.
Di tengah perkembangan tersebut, perhatian mulai tertuju pada siapa yang kelak mendampingi I Komang Koheri apabila resmi menjabat sebagai Bupati Lampung Tengah. Sebab, pengisian posisi wakil bupati yang kosong bukan sekadar persoalan mencari figur pendamping, melainkan juga menyangkut mekanisme partai politik dan kalkulasi kekuatan politik di daerah.
PDI Perjuangan menjadi partai yang memiliki peran penting dalam proses tersebut. Partai berlambang banteng itu merupakan satu-satunya partai pengusung pasangan Ardito Wijaya – I Komang Koheri pada Pilkada Lampung Tengah sebelumnya. Dalam mekanisme pengisian jabatan wakil bupati, PDIP memiliki kewenangan dalam proses pengusulan calon sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, sinyal yang disampaikan DPP PDIP pada Juli lalu membuka ruang bagi figur di luar kader internal. Ketua DPP PDIP Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Eriko Sotarduga, menyatakan bahwa calon pendamping Komang tidak mutlak harus berasal dari internal partai. Pernyataan tersebut membuat peluang figur eksternal ikut menjadi bahan pembicaraan politik di Lampung Tengah.
Di tengah terbukanya ruang tersebut, kedekatan Komang dengan Uswatun Hasanah mulai menarik perhatian. Keduanya terlihat dalam sejumlah kesempatan, mulai dari kunjungan Komang ke Rumah Sakit Mitra Mulia, pertemuan di kediaman Uswatun saat rangkaian kegiatan Lampung Tengah Berhaji yang menghadirkan Ustaz Koko Liem, hingga kembali terlihat duduk bersama dalam kegiatan Car Free Day di Gunung Sugih, Minggu (11/10/2026).
Tak hanya bertemu dalam kegiatan, keduanya juga terlihat berada dalam satu mobil. Dalam momen tersebut, Uswatun tampak mengemudikan kendaraan, sementara Komang duduk di kursi penumpang bagian depan.
Rangkaian pertemuan itu tentu belum cukup untuk memastikan adanya kesepakatan politik. Namun, dalam dinamika politik lokal, intensitas pertemuan dan komunikasi antartokoh kerap memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan kerja sama ke depan. Apalagi, posisi wakil bupati yang akan ditinggalkan apabila Komang ditetapkan sebagai bupati definitif memiliki arti strategis bagi konfigurasi politik Lampung Tengah.
Saat ditanya mengenai kemungkinan tersebut, dr. Uswatun Hasanah memilih tidak berspekulasi lebih jauh. Ia menyatakan, “Kita lihat saja dan menunggu arahan dari Ketua DPW Nunik.”
Pernyataan itu menyisakan ruang tafsir. Uswatun tidak secara terbuka menyatakan kesiapan menjadi pendamping Komang, tetapi juga tidak memberikan penegasan yang menutup kemungkinan tersebut. Keputusan politik, menurut pernyataannya, masih menunggu arahan pimpinan partai.
Kini, pertanyaannya bukan hanya siapa yang akan mendampingi I Komang Koheri, melainkan sejauh mana dinamika komunikasi antartokoh akan berkembang menjadi keputusan politik resmi. Apakah kedekatan Komang – Uswatun sekadar hubungan baik antartokoh, atau justru menjadi bagian dari penjajakan menuju duet kepemimpinan Lampung Tengah?
Untuk saat ini, jawabannya masih menunggu perkembangan. Satu hal yang jelas, proses definitif bupati dan dinamika pengisian jabatan wakil bupati menjadi dua agenda yang patut dicermati publik Lampung Tengah.(Red)
