IMG_20220402_111413

Lampung Tengah-Puluhan sopir mobil truk keluhkan pungutan portal diruas jalan kampung rc seputih raman sebesar 50rb, para sopir truk pasir meresa kecewa dan berharap ada solusi dari pemerintah dan APH setempat, sabtu (2/4)

Yudi triono sopir truk pasir saat melintasi portal di dusun 5 kampung Ratna chaton (RC) Kecamatan seputih Raman Kabupaten lampung tengah mengatakan, setiap hari nya ia mencari nafkah dari hasil penjualan pasir namun sayangnya untuk menghidupi keluarganya ia harus menyisihkan uang jalan untuk membayar biaya portal jalan di kampung rc sebesar Rp.50.000 (lima puluh ribu rupiah) jika mobil dia bermuatan pasir iya wajib bayar portal, rudi sangat kecewa kenapa harus bayar portal 50rb, Sedangkan sebelumnya bayar 25rb setiap melintasi jalan tersebut tidak terlalu berat, namun minggu ini ia setiap keluar dari pangkalan pasir seperti biasa membayar portal naik, dari biasanya 25rb per rit ini naik menjadi 50rb, hal ini sontak kami selaku sopir geram kecewa dari mana kami dapet uang untuk mencukupi kebutuhan keluarga sedangkan kami jual pasir jika harga mahal para konsumen enggan membeli, ia berharap aparat desa segera menyelesaikan masalah ini agar kami usaha untuk keluarga merasa nyaman dan berkah tuturnya,

Hal senada juga diungkapkan eko warga metro, ia merasa keberatan jika bayar portal 50rb mending di hilangkan saja portal kalo buat kami para sopir dibuat susah, karna sebelumnya 25rb ini tiba tiba naik jadi 50rb, kami merasa keberatan sedangkan uang 25rb yang biasa kami kasih kepada petugas portal kami tidak tahu gunanya untuk apa jalan milik kabupaten lampung tengah itu diportal oleh oknum warga kampung rc setempat, karna sehari itu eko menjelesakan bisa membeli pasir 3rit hitung saja pak setiap saya lewat bayar 50rb khan remuk kami berharap dengan mahalnya bayar portal semoga kedepan portal hilang dan jika masih diinginkan bayar portal seiklas kami bebernya.

Ditempat terpisah selaku perwakilan pengusaha pasir dewo mendesak agar aparat kampung dapat meringankan dan menurunkan pungutan biaya portal dari 25rb naik menjadi 50rb, meraka merasa dirugikan selain para konsumen pasir seperti sopir truk ngoceh kesel marah dengan bayar portal 50rb, karna hal ini akan menimbulkan perpecahan sehingga kami yang usaha disini dibuat tidak nyaman sedangkan ini jalan jalan negara,kami berharap aparat penegak hukum (APH) dan pemerintah setenpat serta wakil rakyat dapat membatu kami sehingga jalan terbaik dari keluhan para sopir truk dan kami bisa dibantu katna kami bekerja untuk urusan perut jangan dipersulit karna kalo tidak ada pasir bagaimana pembangunan bisa lancar kami meminta pihak portal bisa menurunkan pembayaran portal ke 20rb jangan 50rb harapnya.

Kepala kampung ratna chaton saat ditemui di kantor agus yang didampingi aparat desa lainnya menjelaskan, ia menjelaskan sebelumnya pihak kampung sudah melakukan musyawarah yang dihadiri forkompimcam serta anggota dprd setempat,bahwa pihak kampung dan para pengusaha sudah menyutujui adanya portal jalan sebesar 50rb tersebut, karna sebelumnya jalan yang dilintasi oleh para sopir truk bermuatan itu banyaj yang rusak parah, sehingga kami selaku pengguna jalan kampung meresa tak nyaman dengan jalan jelek penuh lubang sehingga kami melakukan rembukan musyawarah itu dengan portal 50rb dengan konsokuen jalan yang rusak akan diberi batu sabes dan ditimbun sehingga jalan bagus kembali itu gunanya uang portal dan yang akan mengelolanya kami pihak kampung akan membentuk tim pokmas sehingga pokmas lah yang akan mengelola dana portal tersebut dan mobil dapat melintasi jalan dari jam 6:00 wib pagi hingga 17;00 wib serta jika hujan jalan tidak akan dibuka karna kami juga menjaga kwalitas jalan tersebut, batas beban muatan mobil 5kubik, serta dalam sehari cukup 100 mobil, agar tidak rusak selain itu jika memang sopir truk merasa keberatan monggo saya sebagai kepala kampung menunggu keluhan tersebut jika merasa keberatan maka saya akan musyawarah kembali kepada aparat desa dan masyarakat karna dalam bentuk apapun terkait portal tersebut(Red)

Copyright © Rakyat Indonesia. All rights reserved. | Best view on Mobile Browser | ChromeNews by AF themes.