RAKYATINDONESIA.CO.ID-Perbuatan biadab itu dilakukan oleh sang Ayah, kakak, dan adiknya, kepada seorang remaja putri yang berinisial AG (18). AG merupakan anak ketiga dari keluarga tersebut, ayah, kakak, dan adiknya lah yang tega menyetubuhi dirinya ratusan kali.
Skandal keluarga ini terkuak saat psikolog Satgas Merah Putih Perlindungan Anak Pekon Panggungrejo, yang mencurigai AG semakin kurus sejak tinggal bersama ayah dan saudaranya setahun lalu.
“Korban menceritakan bahwa hidupnya sangat tertekan,” kata Tarseno, seperti dilansir RMOLLampung.
Diceritakan Tarseno, korban awalnya tinggal bersama ibunya sejak usia tiga tahun lantaran cerai. Dari empat bersaudara, hanya AG yang dibawa ibunya. Setelah ibunya meninggal, korban diasuh neneknya, yaitu ibu dari ibunya, yang tinggal di Tanggamus.
Ayah kandungnya M, lalu menjemput korban untuk tinggal bersamanya di Sukoharjo, Pringsewu. Setelah 17 hari tinggal bersama ayah kandungnya, M memperkosa darah dagingnya sendiri. Kakak dan adiknya juga ikut memerkosa GA.
Tarseno pun lantas melaporkan kejadian nahas tersebut kepada Polres Tanggamus. Tak lama kemudian petugas kepolisian pun langsung meringkus ketiga pelaku incest atau hubungan sedarah di rumah mereka. Para pelaku adalah ayah kandung korban berinisial M (45), kakak berinisial SA (24), dan adik berinisial YF (15).
Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas menyebutkan bahwa, dalam sehari, mereka bergantian setidaknya lima kali sehari memerkosa AG. Sang kakak SA telah menyetubuhi adiknya sampai 120 kali dalam setahun, sedangkan adiknya YF 60 kali, dan ayahnya M melakukan perbuatan biadab itu lima kali.(Red).
