Lampung Tengah,– Banyak nya korban jiwa yang di sebabkan oleh infeksi virus Dengue atau Demam berdarah atau demam berdarah (DBD) di kabupaten Lampung Tengah ( Lamteng ) menuai keritikan dari Hengki Saputra salah satu pemuda kampung Bandar Buyut.
Hengki Saputra menilai kurang nya cepat tanggap atau keseriusan pihak dinas kesehatan Lamteng dalam penagagan kasus DBD yang saat ini sedang melanda di berbagai wilayah di Lamteng.
” Jika saya melihat besar nya jumlah korban DBD yang terus menerus bertambah saya menduga bahwa pihak pemerintah daerah ksusu nya dinkes bahwa kurang serius atau kurang perduli kepada masyarakat,” ungkap nya saat berbincang bincang di kediamannya, Selasa ( 5/3/2020)
Hengki juga mempertayakan Apa yang menjadi kendala dinas kesehatan Lamteng sehingga korban terus bertambah hingga sampai berjatuhan korban hingga meninggal dunia, hak hidup serta mengenai kesehatan sudah jelas di atur oleh UUD
” Setahu saya hak untuk hidup dan hak untuk sehtan sudah di atur oleh Undang undang Dasar ( UUD) jadi kasus maraknya Korban DBD ini saya anggap sudah luarbiasa jelas sudah melanggar undang undang atau hak. Apa mengenai kurannya anggaran? Setahu saya anggara di dinas kesehatan Lamteng sangat besar, tinggal
Mau atau tidak nya dinas yersebut berkerja untuk kesehatan untuk masyarakatnya,” bebernya
Berdasarkan data yang di himpun oleh media ini, korban DBD, yang saat ini sudah di tanggani oleh pemerintah daerah Lamteng sebanyak 400 lebih serta 5 orang di antaranya meninggal dunia.
Di ketahui hari Selasa (5/3/2020) dinas kesehatan Lamteng melakukan hearing dengan anggota komisi IV DPRD Lamteng tentang marak nya Laporan dari masyarakat kepada naggota DPRD terkait DBD.(RED).
