IMG-20200305-WA0012

Lampung Tengah-Kasus dugaan pelecehan seksual, oleh oknum dokter di lampung tengah,pasien curhat kepada awak media,kamis (5/3/2020)

Pasien yang berinisial KIN melaporkan oknum dokter ke awak media dan akan menempuh jalur hukum, diduga telah memaksa untuk membuka baju dan celana hingga kemaluan wanita yang berusia (21) th itu dimasukkan jari jari nakal dokter dengan lama waktu 1menit lebih.

Berikut ini sejumlah fakta terkait kasus dugaan pelecehan terhadap KIN

1.diduga dipaksa untuk membuka baju oleh oknum dokter

2.dokter diduga mengangkat sendiri BH dan baju sampai nenen(susu) diremas dua kali bergantian kanan dan kiri serta putingnya

3.celana dibuka lalu kemaluan ( V ) di masukkan jari jari nakal tanpa menggunakan sabuk tangan selama satu menit lebih

4.seusai tangan dokter mengubek ubek kemaluan lalu dibauk ke hidung dokter

Pelecehan seksual dilakukan dengan dalih pemeriksaan kesehatan oleh oknum dokter.

Karna Sebelumnya KIN ( nama inisial ) berobat karna kedua tangannya alergi yang menimbulkan bentol bentol kecil, namun sayangnya diduga dokter melakukan modusnya dengan alasan pasien mengalami keputihan.

Meski pasien sudah menjelaskan bahwa pasien tidak mengalami keputihan tetap saja dilakukan hal tak senonoh, saya hamil saja tidak diperiksa seperti itu yang namanya keputihan itu seusai orang mengalami menstruasi sedangkan saya tidak mengalami hal itu selsai itu saya dikasih dua obat oleh dokter obatnya ada dua pungkasnya.

Orang tua saya dan suami tidak menerima perlakukan pelecehan seksual, jika dokter ini tidak masuk penjara saya belum puas karna saya dijadikan korban pelecehan seksual saya tidak menerima sampai saya mati pun saya tidak ikhlas jelas KIN dengan wajah yang terurai air mata.

Terkait hal itu, kepala dinas kesehatan dr. Otniel menjelaskan, jika pasien mengalami alergi gatal gatal karna makanan, tidak ada pengaruhnya dengan keputihan kita obati pasien dengan memberikan obat dan tidak perlu baju dan celana di buka lalu kemaluan dimasukkan jari cukup dengan keluhan pasien Khan sudah menyatakan bahwa gatal gatal di kedua tangan sudah lalu diberikan obat selsai itu pemeriksaan

“Jika ada hal seperti itu namanya nya dokter modus pelecehan seksual bebernya kadis kesehatan”.

Saat dikonfirmasi oleh awak media ke dokter dokter meminta agar kasus tersebut tidak mencuat agar dihapus video keterangan pasien dan hebatnya dokter menyuap wartawan agar tidak mempublikasikan dengan alasan tidak tahan duet dan pusing.(Hengki).

Copyright © Rakyat Indonesia. All rights reserved. | Best view on Mobile Browser | ChromeNews by AF themes.